Shalatnya
Wanita Di Rumahnya Itu Lebih Baik
Diriwayatkan
dari istri Humaid As Sa'idi, bahwsannya dia menghadap Nabi Saw. seraya berkata
: "Ya Rasulallah Saw! Sesungguhnya aku ingin shalat bersamamu". Nabi
Saw menjawab : "Aku sudah tahu, bahwa engkau senang shalat bersamaku.
Shalatmu d itempat tidurmu, itu lebih baik dari pada shalatmu di ruangan
kamarmu. Dan shalatmu di rumahmu itu lebih baik bagimu dari pada shalatmu di
masjidku".
Rasulullah
Saw Bersabda : "Sesungguhnya yang paling disenangi shalat seorang wanita
itu ialah di tempat yang paling gelap di rumahnya ".
Rasulullah
Saw Bersabda : "Sesungguhnya wanita yang keluar dan tidak ada maksud
apa-apa, maka syetan akan menyambutnya dan berkata : "Engkau tidak
melewati seseorang, kecuali engkau kagumkan orang itu. Dan sesungguhnya wanita
yang memakai pakaiannya, kemudian suaminya bertanya : "engkau mau pergi
kemana? kemudian wanita itu menjawab : "Aku akan menengok orang sakit atau
aku mengantar jenajah atau akan shalat di masjid". Tidak seorang wanita
pada Tuhannya (sebaik) seperti ibadahnya sendiri.
Dari
Abi Muhammad Asy Syaibani, dia pernah melihat Abdullah (golongan sahabat)
mengusir (menyuruh keluar) perempuan dari masjid pada hari Jum'at. Kata
Abdullah : "Keluarlah dan pulanglah kalian ke rumahmu! Dan itu lebih baik
baik bagimu!.
Diriwayatkan
dari Aisyah ra.ia berkata : "Sewaktu
Rasulullah Saw. Sedang duduk-duduk di masjid, tiba-tiba ada seorang
wanita dari kabilah Muzainah memanjangkan pakaiannya di masjid. Kemudian Nabi
Saw Bersabda : "Hai manusia! laranglah istrimu berhias dan berjalan
lenggak lenggok di dalam masjid. Sesungguhnya Bani Israil tidak dikutuk,
sehingga mereka berjalan sombong dan mengenakan hiasan istrinya di dalam masjid
". (H.R. Ibnu Majah).
Nabi
muhammmad Saw Bersabda : "Siapa saja wanita yang pakai wewangian, kemudian
keluar supaya kaum mencium bau wewangian itu, maka dia seperti berzina dan
segala mata yang memandangnya juga seperti berzina".
Rasulullah
Saw Bersabda : "Aku diperlihatkan kepada surga, aku lihat banyak
penghuninya adalah orang-orang fakir. Dan aku diperlihatkan terhadap neraka,
aku lihat banyak penghuninya adalah orang-orang perempuan. Hal itu karena
kurangnya ketaatan wanita kepada Allah, kepada Rasulnya dan kepada suaminya dan
karena banyak berpakaian mencolok".
Tabarruj
ialah : Jika ingin keluar dari rumahnya, dia mengenakan pakaian serba mewah,
dia mempercantik diri dan memperbagus diri. Dia keluar menimbulkan fitnah orang
mengenai dirinya. Sekalipun dia selamat dari gangguan orang lain, maka orang
lain tidak selamat dari gangguannya.
Nabi
Muhammad Saw Bersabda : "wanita adalah aurat. Jika dia keluar dari
rumahnya maka syetan akan menyambutnya. Wanita yang tersekat kepada Allah ialah
kalau dia berada di dalam rumahnya ".
Didalam
satu riwayat disebutkan : "Wanita adalah aurat, maka jagalah dia di dalam
rumah. Kalau wanita keluar rumah dan suaminya bertanya : "engkau mau kemana?"
Dia menjawab : "Saya mau menengok orang sakit atau mengantar jenazah ,maka
syetan akan mengikutinya sehingga dia membuka lengannya. Wanita tidak akan
memperoleh keridhaan Allah semisal yang dapat ia cari dengan duduk di dalam
rumahnya, beribadah kepada Allah dan taat kepada suaminya ".
Termasuk
dosa besar ialah keluarnya seorang
wanita yang sudah bersuami dari rumahnya tanpa izin suaminya, meskipun karena
kematian salah seorang tuannya.
Di
dalam kitab "Ihya 'Ulumuddin" disebutkan : "Ada seorang lelaki
bepergian jauh dan berpesan kepada istrinya agar jangan turun dari rumah atas
ke rumah bawah. Kemudian di rumah bawah ayahnya sakit. Maka istri tersebut
mengutus seseorang untuk meminta izin turun menjenguk ayahnya kepada
Rasulullah. Rasulullah menjawab : Taatilah suamimu!" Lalu ayahnya mati.
Istri tersebut minta izin lagi untuk menyaksikan jenazah ayahnya kepada
Rasulullah. Rasulullah Saw menjawab : "Taatilah suamimu!". Kemudian
ayahnya di makamkan. Dan Rasulullah Saw. Lalu mengirim kabar kepada istri
tersebut, bahwa Allah telah mengampuni ayahnya sebab taatnya kepada suami'.
Rasulullah
Saw bersabda : "Sesungguhnya istri jika keluar dari rumahnya, sedang suami
tidak merestui, maka ia mendapat kutuk dari segenap malaikat di langit. Dan
segenap sesuatu itu kecuali jin dan
manusia sehingga ia pulang atau taubat''.
Nabi
Muhammad Saw Bersabda : "Apakah engkau tidak senang wahai wanita? jika
wanita hamil (mengandung) dari suaminya dan suaminya selau meridhoinya, maka
dia akan mendapat pahala sebesar pahalanya orang yang berpuasa yang memenuhi
kewajiban sabilillah. Dan jika wanita mengalami sakit akan melahirkan, maka
tidak tahulah penghuni langit dan bumi merasa gembira. Dan tatkala dia sudah
melahirkan, maka tiap tetes dari air susunya yang dikenyot oleh bayinya,
mengandung kebajikan. Dan jika dia tidak tidur (berjaga malam) maka dia
mendapat pahalanya memerdekakan budak 70 orang untuk kepentingan sabilillah
dengan ikhlas".
Rasulullah
Saw Bersabda : "Sesungguhnya suami jika memandang istrinya, dan istrinya
mau membalas pandangannya, maka Allah memandang mereka dengan pandangan kasih
sayang. Dan jika suami mau memegang telapak tangan istrinya, maka dosa mereka
jatuh berguguran dari sela jari tangan mereka".
Diriwayatkan
dari Nabi Saw, beliau Bersabda : "Sesungguhnya suami pasti mau mensetubuhi
istrinya jika ia mau, maka setubuhnya itu dicatat mendapat pahala seukur dengan
pahalanya anak laki-laki yang perang di jalan Allah, kemudian ia
terbunuh".
Ketahuilah
bahwa usaha mendapatkan anak itu berarti mendekatkan diri kepada Allah dari
Empat arah yaitu :
1.
Sesuai dengan kecintaan Allah, dengan
berusaha menghasilkan anak untuk mempertahankan jenis manusia.
2.
Sesuai dengan kecintaan Rasulullah Saw.
Memperbanyak umat kebanggaannya.
3.
Mengharap berkah anaknya yang saleh,
kalau orang tua sudah meninggal.
4.
Mencari syafaat, apabila anaknya
meninggal dulu pada waktu masih kecil.
Sumber
:
Aplikasi Terjemah Kitab
- Kitab dengan judul Uqudullujain Karya
: SYEH MUHAMMAD BIN UMAR NAWAWI, Di Buat oleh : Keluarga besar Majelis ta`lim
Rohmatul Ummah Jl. Jati Mulya III Rt
03/11 Gumuruh Batununggal Bandung 40275 Telp. 022 70754628 Dalam Bentuk
Aplikasi Dengan Format WinRAR.