Wednesday, 21 December 2016

Dosa Dan Keburukan Liwat (Homo)



Dosa Dan Keburukan Liwat (Homo)
            Firman Allah Swt yang artinya : “laki - laki sama laki - laki daripada sekalian `alam “. Dan telah bersabda Rasulullah Saw. yang artinya “Barang siapa mengerjakan pekerjaan Kaum nabi Luth maka hendaklah bunuh yang berbuat dan yang di perbuat”. Berkatalah Ibnu Abbas Radhiyaallah Bermula had (hukuman/ganjaran) orang yang berliwat itu bahwa di lontarkan dengan batu daripada tempat yang tinggi hingga mati. Maka bahwasanya Allah Swt merajamkan kaum luth dengan batu di langit dan jika di mandikan orang yang berliwat dengan air di seluruh dunia niscaya tiada hilang najis pada tubuhnya hingga mati. Dan apabila berzina laki - laki dengan laki - laki (homo) maka bergeraklah Arsy dan berpeganglah segala malaikat pada tiangnya arsy serta membaca surat Al - Ikhlas hingga hilang bergerak arsy tuhannya.
            Dan berkatalah Nabi Saw. Tujuh kaum di siksa terlalu pedih yaitu :
1. Yang berbuat Liwat
2. Yang di perbuat liwat
3. Orang yang berzina dengan perempuan pada duburnya (dari belakang)
4. Orang yang berzina dengan binatang
5. Berzina dengan perempuan dan anaknya
6. Berzina dengan perempuan yang sudah memiliki suami.
7. Orang yang menyakiti orang sekampung melainkan bahwa ia taubat.
            Dan telah berkata nabi Sulaiman a.s. Bin Nabi Daud a.s. bagi iblis laknatillah beritahukan olehmu akan daku apa pekerjaan yang terlebih engkau sukai ? maka iblis pun menjawab tiada lain yang lebih aku sukai melainkan liwat.
            Dan telah bersabda Nabi Saw. telah di laknatkan Allah Swt. Atas orang yang mengurangkan sukatan dan mengurangkan timbangan atau membesarkan timbangan dan masuk jamban dengan tiada membasuhnya karena sekalian itu perbuatan kaum Nabi Luth A.S. dan neraka balasannya bagi barang siapa yang mengerjakannya dan termasuk perbuatan kaum nabi Luth yaitu laki - laki menyerupai perempuan atau sebaliknya.
            Dan telah bersabda Nabi Saw. barang siapa mati padahal ia mengerjakan pekerjaan kaum Nabi Luth tiada diam (damai) ia didalam kuburnya melainkan satu saat saja. Kemudian Allah Swt menyuruh seorang malaikat yang menyerupai seekor burung maka disambarnya mayat dengan kedua kakinya dan di terbangkan ia kedalam neraka kaum nabi luth dan tertulis pada dahinya putusnya ia daripada rahmat Allah Swt.
            Dan telah bersabda Nabi Saw. lagi akan datang pada hari kiamat beberapa kanak - kanak yang bagi mereka itu tiada kepala maka berkata Allah Swt kepada mereka siapa kalia ? maka merekapun menjawab kami telah kena aniaya maka berkata Allah Swt. Siapa yang menganiaya akan kamu maka mereka pun menjawab Bapak kami mereka mendatangkan duburnya.
Sumber : Kitab Tanbihul Ghafilin (Versi Jawi) Karya : Syekh H. Abdullah Bin Abdul Mubin. Diterbitkan oleh : Matba`ah sumber ilmu jaya Medan, Indonesia Telp : (061) 4554423

No comments:

Post a Comment