Thursday, 15 December 2016

Dalil Tentang Tepung tawar/peusijuk

Dalil Tentang Tepung tawar/peusijuk

            Tepung tawar/pesijuk sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat Aceh karena mengandung berbagai filosofi (dalam bahasa aceh Simpena), (bahasa kalangan dayah/pesantren Tafaoi) yang sangat bermakna dan berpengaruh dalam sebuah acara.
            Maka dari itu sudah sepantasnya kita generasi Aceh terus melestarikannya sehingga tidak hilang di telan perkembangan zaman.
            Tetapi baru - baru ini masyarakat Aceh sudah banyak meninggalkan tradisi ini lebih - lebih di kalangan intelektual umum yang mengedepankan logika. Para intelektual berpendapat tidak ada hubungannya antara peusijuk dengan kelancarannya sebuah acara dan sebahagian lagi berpendapat bahwa peusijuk itu merupakan peninggalan Hindu. Benarkah demikian ?
            Pendapat seperti itu adalah pendapat yang sangat bodoh dan sangat menyesatkan karena peusijuk itu berasal dari Rasulullah Saw sendiri bukan dari Hindu. Berikut dalil - dalinya :
  1. Imam At - Tibrani telah meriwayatkan daripada Asma` dia berkata tatkala Fatimah (Putri Rasulullah SAW.) di serahkan kepada suaminya Ali Bin Abi Thalib tidak di jumpai dalam rumahnya selain pasir yang terhampar dan bantal yang isinya sabut dan takar dan sebuah alat cebok air, maka Rasulullah SAW. bersabda bagi `ali, Jangan menghampiri isterimu dulu sebelum aku datang ketempat kamu berdua, maka Rasulullah Pun datang kemudian beliau meminta sebuah bejana tempat tempat air seraya beliau menyebutkan nama Allah padanya dan beliau mengucapkan apa yang iya kehendaki seterusnya beliau menyapu di dada `Ali dan mukanya, kemudian beliau memanggil  Fatimah, maka Fatimah pun bangkit dan tergelincir dalam pakaian bulunya karena rasa malu maka Rasulullah SAW. menyiramkan air itu atasnya.
  2. Dan dalam hadis Buraidah : Rasulullah SAW. meminta air lalu beliau mengambil wudhu` daripadanya kemudian beliau menuangkannya atas `ali seraya beliau berdoa : Ya Tuhanku berkati olehmu pada keduanya dan berkati olehmu pada keturunan keduanya.
  3. Dan dalam satu riwayat : Rasulullah SAW. menyiramkan air tersebut di atas kepalanya dan di antara 2 susunya dan beliau berdoa : Ya Tuhanku Bahwasanya aku memperlindungkan denganmu dan keturunannya daripada syaithan yang terkutuk. ( Dalil di atas dikutip dari kitab Is`afur Raghibin Karya Syaikh Muhammad Bin `Ali Shabban Halamn 92 - 93 )
  4. Dan tatkala Rasulullah SAW. mengawinkan Fatimah dengan `Ali beliau masuk kedalam rumahnya maka beliau berkata paa Fatimah maka beliau berkata pada Fatimah Bawa olehmu air kepadaku, maka Fatimah membawa air dalamnya maka lalu  Rasulullah SAW. mengambilkannya serta beliau meludahi kedalamnya kemudian Rasulullah SAW. berkata kepada Fatimah Majulah engkau maka Fatimah pun maju, maka Rasulullah SAW. menyiramkan air di antara 2 susunya dan kepalanya seraya Rasulullah SAW. mengucapkan : Ya Tuhanku aku memperlindungkannya denganmu dan keturunannya daripada syaithan yang terkutuk, kemudian Rasulullah SAW. berkata pada Fatimah Belakangi olehmu, maka Rasulullah SAW. menumpahkan air antara 2 bahunya dan Rasulullah Mengucapkan : Ya Tuhanku aku memperlindungkannya denganmu dan keturunannya daripada Syaithan Yang terkutuk. Kemudian Rasulullah SAW. berkata Bawa olehmu kepada aku air, `Ali berkata Aku mengerti orang yang beliau maksudkan maka akupun berdiri lalu aku mengisikan air dalam suatu tempat dan aku membawakannya kepada Rasulullah SAW. maka beliau pun mengambilkannya dan beliau meludahi kedalamya kemudian Rasulullah SAW. berkata majulah engkau maka akupun maju maka Rasulullah SAW. menumpahkan air atas kepalaku dan antara hadapanku, kemudian Rasulullah SAW. mengucapkan Ya Tuhanku aku memperlindungkan denganmu dan keturunannya daripada Syaithan Yang terkutuk, Lalu Rasulullah SAW. berkata belakangi olehmu, maka aku pun membelakangi maka Rasulullah SAW. menumpahkan air antara 2 bahuku dan Rasulullah SAW. mengucapkan : Ya tuhanku Bahwasanya aku memperlindungkannya denganmu dan keturunannya daripada syaithan yang terkutuk, lalu Rasulullah SAW. berkata : bergaullah dengan keluargamu dengan nama Allah Dan dengan berkatnya. Di ri wayatkan oleh Ibnu Hibban. (Dalil Di Atas Di Kutip Dari Kitab HASNUL HUSHAINI karya : Syamsyuddin Muhammad Bin Al - Hazri Hal : 88 - 89 ).
            Masalah dengan apakah hubungan antara peusijuk dengan kelancaran sebuah acara itu tidak dapat di kaji secara ilmiah. Karena Rasulullah SAW. sendiri dan ulama - ulama terdahulu tidak menjelaskan apa hubungannya dan itulah yang di sebut mengambil berkat.
            Tata cara peusijuk di Aceh saat sekarang mungkin agak berbeda dengan hadis di atas itu karena telah terjadi sedikit modifikasi terhadap tata caranya tetapi tidak bertentangan dengan Hadis Rasulullah SAW. dan yang memodifikasinya juga para ulama - ulama yang terdahulu dan kita patut mengikutinya karena PARA `ULAMA ADALAH PEWARIS PARA NABI (AYAT AL - QUR`AN).
            Maka dari itu peusijuk bukanlah berasal dari Agama Hindu tetapi Dari Rasulullah SAW sendiri dan kita sebagai umatnya wajib mengikuti dan melestarikannya. Lantas atas dasar apakah sebagian sejarawan (baik ahli sejarah maupun pendidikan sejarah ) * mengatakan bahwa peusijuk merupakan kebudayaan HINDU.
            Sekarang kita telah tau dalil sebenarnya dari peusijuk dan anda para pembaca sekalian silahkan memilih apakah mau mempercayai Ulama yang telah mencapai tingkat makrifah dan telah mengecap manisnya iman ataupun para sejarawan yang belum tentu masalah yang mereka kaji itu benar itu terserah kepada anda.
*) disini penulis tidak menyebutkan semuanya sejarawan.
Sumber :
Kitab Tabaaruk hal : 27 - 34  Karya : Teungku H. Abdullah Ibrahim (Abu Tanjong Bungong ) Pimpinan Dayah Babul `Ulum Tanjong Bungong Ulee Glee Pidie Jaya Aceh, Di cetak oleh : CV. SALIM BANDA ACEH TELP 28407

No comments:

Post a Comment