Ketika kita melihat seorang yang kaya raya memiliki
rumah megah dan mewah yang bernilai milyaran rupiah di sertai mobil pribadi
yang mewah yang harganya tak kalah dengan sebuah rumah megah. Pasti di setiap
benak hati manusia tersirat alangkah hubbud dunia orang itu (gethat brat
gemedonya apa nyan).
Tetapi pernahkah kita menyadari dan menyelidiki apakah
yang tersirat di dalam hati kita sudah benar atau salah atau bahkan apa yang
tersirat di dalam jiwa kita telah membuat kita tergelincir sejauh - jauhnya
dari yang namanya kebenaran. Penasaran? Ayo kita kaji bersama !!
Di dalam kitab Sirajut Thalibin karya Syeh Ihsan
Muhammad Dahlan Al - Kadiri yang
merupakan syarah daripada kitab Minhajul `Abidin Karya Hujjatul Islam Imam Al -
Ghazali Di sebutkan ulama - ulama sufi telah memberikan definisi tersendiri
terhadap apa yang di maksud dengan hubbud dunia diantaranya ma yasyghilu ila zikrillah (sesuatu yang
menyibukkan kepada ingat kepada Allah) sebagian lagi memberi definisi ma yasyghilu ila `ibadatillah (sesuatu yang
menyibukkan kepada `ibadat kepada Allah).
Dari dua definisi di atas kita sudah bisa menafsirkan
siapakah yang hubbud dunia dan siapakah yang tidak. Seseorang yang kaya raya
tetapi kekayaannya semakin membuatnya rajin beribadah maka kekayaannya bukanlah
hubbud dunia. Tetapi sebaliknya seseorang yang sangat miskin tetapi
kemiskinannya membuatnya lalai dalam beribadah kepada Allah maka itulah hubbud
dunia yang sebenarnya.
Sebagai contoh :
Pak amir seorang pengusaha yang kaya raya rumahnya
megah dan mewah. Kamar tidurnya bak istana raja dilengkapi fasilitas yang mewah
dan bernilai tinngi seperti Ac dan lain - lainnya. Karena kamarnya di lengkapi
Ac sehingga pak amir seusai shalat tidak langsung bangun dari sajadahnya tetapi
ia tambahkan shalat sunat dan zikir - zikir karena kamarnya nyaman tidak
berdebu dan keributan di luar rumah tidak mengganggunya sedikit pun sehinnga ia
pun aman dan tentram dalam melakukan ibadahnya. Hal seperti ini bukanlah hubbud
dunia bahkan harta dan kekayaan tersebut mengandung berkah yang sangat banyak
bagi pemiliknya.
Di lain pihak Pak Budi adalah seorang yang sangat
miskin. Pekerjaan sehari - harinya hanya menggembalakan kambing milik
tetangganya. Karena pekerjaannya menggembala kambing pak Budi sering
meninggalkan sholatnya. Inilah contoh hubbud dunia yang sesungguhnya.
Saya rasa penjelasan di atas sudah cukup membuat kita
tau mana yang hubbudunia dan mana yang bukan. Jadi cinta dunia bukan terletak
pada banyaknya harta tetapi pada seberapa lalaikah kita karena harta tersebut.
Semoga Allah mengampuni segala kesalahan hati kita
yang telah tegelincir kedalam jurang kenistaan. Semoga tulisan di atas
bermanfaat bagi kita semua.
Karya
: Syibran Malasyi
Fb
: Malasyi Al - Ghazali
Sumber : Kitab Sirajut Thalibin Karya Syeh Ihsan Muhammad Dahlan Al - Kadiri.
Sumber Gambar :
Sumber Gambar :

No comments:
Post a Comment