Saturday, 17 December 2016

Kaya Belum Tentu Hubbud dunia

                        Kaya Belum Tentu Hubbud dunia



Ketika kita melihat seorang yang kaya raya memiliki rumah megah dan mewah yang bernilai milyaran rupiah di sertai mobil pribadi yang mewah yang harganya tak kalah dengan sebuah rumah megah. Pasti di setiap benak hati manusia tersirat alangkah hubbud dunia orang itu (gethat brat gemedonya apa nyan).
Tetapi pernahkah kita menyadari dan menyelidiki apakah yang tersirat di dalam hati kita sudah benar atau salah atau bahkan apa yang tersirat di dalam jiwa kita telah membuat kita tergelincir sejauh - jauhnya dari yang namanya kebenaran. Penasaran? Ayo kita kaji bersama !!
Di dalam kitab Sirajut Thalibin karya Syeh Ihsan Muhammad  Dahlan Al - Kadiri yang merupakan syarah daripada kitab Minhajul `Abidin Karya Hujjatul Islam Imam Al - Ghazali Di sebutkan ulama - ulama sufi telah memberikan definisi tersendiri terhadap apa yang di maksud dengan hubbud dunia diantaranya ma yasyghilu ila zikrillah (sesuatu yang menyibukkan kepada ingat kepada Allah) sebagian lagi memberi definisi ma yasyghilu ila `ibadatillah (sesuatu yang menyibukkan kepada `ibadat kepada Allah).
Dari dua definisi di atas kita sudah bisa menafsirkan siapakah yang hubbud dunia dan siapakah yang tidak. Seseorang yang kaya raya tetapi kekayaannya semakin membuatnya rajin beribadah maka kekayaannya bukanlah hubbud dunia. Tetapi sebaliknya seseorang yang sangat miskin tetapi kemiskinannya membuatnya lalai dalam beribadah kepada Allah maka itulah hubbud dunia yang sebenarnya.
Sebagai contoh :
Pak amir seorang pengusaha yang kaya raya rumahnya megah dan mewah. Kamar tidurnya bak istana raja dilengkapi fasilitas yang mewah dan bernilai tinngi seperti Ac dan lain - lainnya. Karena kamarnya di lengkapi Ac sehingga pak amir seusai shalat tidak langsung bangun dari sajadahnya tetapi ia tambahkan shalat sunat dan zikir - zikir karena kamarnya nyaman tidak berdebu dan keributan di luar rumah tidak mengganggunya sedikit pun sehinnga ia pun aman dan tentram dalam melakukan ibadahnya. Hal seperti ini bukanlah hubbud dunia bahkan harta dan kekayaan tersebut mengandung berkah yang sangat banyak bagi pemiliknya.
Di lain pihak Pak Budi adalah seorang yang sangat miskin. Pekerjaan sehari - harinya hanya menggembalakan kambing milik tetangganya. Karena pekerjaannya menggembala kambing pak Budi sering meninggalkan sholatnya. Inilah contoh hubbud dunia yang sesungguhnya.
Saya rasa penjelasan di atas sudah cukup membuat kita tau mana yang hubbudunia dan mana yang bukan. Jadi cinta dunia bukan terletak pada banyaknya harta tetapi pada seberapa lalaikah kita karena harta tersebut.
Semoga Allah mengampuni segala kesalahan hati kita yang telah tegelincir kedalam jurang kenistaan. Semoga tulisan di atas bermanfaat bagi kita semua. 
Karya : Syibran Malasyi
Fb : Malasyi Al - Ghazali
Sumber : Kitab Sirajut Thalibin Karya  Syeh Ihsan Muhammad  Dahlan Al - Kadiri. 
Sumber Gambar :



No comments:

Post a Comment