Abu Hanifah, Sosok Mujtahid Sang Pengusaha
Nama imam abu hanifah memang sudah tidak asing di
telinga setiap orang mulai dari santri, mahasiswa bahkan orang biasa pun tau
siapakah imam abu hanifah itu.
Beliau tidak lain adalah seorang ulama fiqah yang sangat
terkenal bahkan ia termasuk kedalam golongan Mujtahid Mutlak Dan telah
mendirikan mazhabnya sendiri yang bernama Mazhab Hanafi. Mazhab hanafi adalah
salah satu dari 4 mazhab yang mu`tabarah. Mayoitas yang mengikuti mazhab hanafi
adalah arab dan Negara – Negara sekitarnya.
Imam Abu hanifah merupakan guru dari imam malik. Imam
Malik juga seorang Mujtahid Mutlak yang telah medirikan mazhabnya sendiri yaitu
Mazhab Maliki.
Karir Imam Abu hanifah di bidang fiqah cukuplah
menonjol bahkan namanya terkenal keseluruh dunia dan sepanjang sejarah namanya
akan di ingat sebagai seorang ulama fuqahak pendiri mazhab.
Tapi taukah anda dibalik namanya seorang ulama fiqah
Imam Abu Hanifah juga seorang pengusaha. Diceritakan dalam kita ta`limul
muta`alim karya Syeh Zarnuji halaman 31 bahwa Imam Abu Hanifah adalah seorang
pengusaha yang sehari - harinya bekerja di sebuah toko miliknya dan Imam abu
Hanifah sendiri menyatkan bahwa dirinya menjadi ahli fiqah sampai kepada
tingkat mujtahid mutlak karena setiap hari ia selalu bermutarahah dan
bermuzakarah pelajarannya di tokonya di sela – sela pekerjaannya.
Dan banyak lagi ulama – ulama terdahulu berbisnis di
samping mereka juga belajar seperti Abu Hafsin Al – Kabir dll.
Para ulama – ulama terdahulu telah memperlihatkan
kepada kita generasi penerus bagaimana mereka bisa berbisnis dan belajar secara
beriringan dan mereka pun bisa berhasil baik dalam segi pengetahuan maupun segi
financial. Bahkan nama – nama mereka melambung tinggi bak sebuah layang –
layang yang di terpa angin kesana kemari. Lantas mengapakah kita santri –
santri akhir zaman yang hanya memiliki secuil ilmu hanya bersantai – santai
mengharapkan uang datang dengan sendirinya. Ayo bangkitlah para generasi Aceh
ciptakan lapangan usahamu sendiri tetapi tetap belajar dan mengajar (beut dan
semeubeut) nomer satu.
Semoga tulisan sederhana di atas dapat membuat para
santri dan mahasiswa dan lainnya sadar dan terinpirasi bahwa belajar dan bisnis
harus berjalan secara beriringan agar kita kelak menjadi orang yang mempunyai
pengetahuan yang luas serta financial yang cukup.
Sumber : Kitab Ta`limul Muta`alim Karya Syeh Zarnuji.
No comments:
Post a Comment