Friday, 16 December 2016

Abu Hanifah, Sosok Mujtahid Sang Pengusaha



Abu Hanifah, Sosok Mujtahid Sang Pengusaha
Nama imam abu hanifah memang sudah tidak asing di telinga setiap orang mulai dari santri, mahasiswa bahkan orang biasa pun tau siapakah imam abu hanifah itu.
Beliau tidak lain adalah seorang ulama fiqah yang sangat terkenal bahkan ia termasuk kedalam golongan Mujtahid Mutlak Dan telah mendirikan mazhabnya sendiri yang bernama Mazhab Hanafi. Mazhab hanafi adalah salah satu dari 4 mazhab yang mu`tabarah. Mayoitas yang mengikuti mazhab hanafi adalah arab dan Negara – Negara sekitarnya.
Imam Abu hanifah merupakan guru dari imam malik. Imam Malik juga seorang Mujtahid Mutlak yang telah medirikan mazhabnya sendiri yaitu Mazhab Maliki.
Karir Imam Abu hanifah di bidang fiqah cukuplah menonjol bahkan namanya terkenal keseluruh dunia dan sepanjang sejarah namanya akan di ingat sebagai seorang ulama fuqahak pendiri mazhab.
Tapi taukah anda dibalik namanya seorang ulama fiqah Imam Abu Hanifah juga seorang pengusaha. Diceritakan dalam kita ta`limul muta`alim karya Syeh Zarnuji halaman 31 bahwa Imam Abu Hanifah adalah seorang pengusaha yang sehari - harinya bekerja di sebuah toko miliknya dan Imam abu Hanifah sendiri menyatkan bahwa dirinya menjadi ahli fiqah sampai kepada tingkat mujtahid mutlak karena setiap hari ia selalu bermutarahah dan bermuzakarah pelajarannya di tokonya di sela – sela pekerjaannya.
Dan banyak lagi ulama – ulama terdahulu berbisnis di samping mereka juga belajar seperti Abu Hafsin Al – Kabir dll.
Para ulama – ulama terdahulu telah memperlihatkan kepada kita generasi penerus bagaimana mereka bisa berbisnis dan belajar secara beriringan dan mereka pun bisa berhasil baik dalam segi pengetahuan maupun segi financial. Bahkan nama – nama mereka melambung tinggi bak sebuah layang – layang yang di terpa angin kesana kemari. Lantas mengapakah kita santri – santri akhir zaman yang hanya memiliki secuil ilmu hanya bersantai – santai mengharapkan uang datang dengan sendirinya. Ayo bangkitlah para generasi Aceh ciptakan lapangan usahamu sendiri tetapi tetap belajar dan mengajar (beut dan semeubeut) nomer satu.
Semoga tulisan sederhana di atas dapat membuat para santri dan mahasiswa dan lainnya sadar dan terinpirasi bahwa belajar dan bisnis harus berjalan secara beriringan agar kita kelak menjadi orang yang mempunyai pengetahuan yang luas serta financial yang cukup.  
Sumber : Kitab Ta`limul Muta`alim Karya Syeh Zarnuji.

No comments:

Post a Comment