PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK USIA
SEKOLAH MENENGAH
A. Perkembangan Fisik
Peserta
didik usia 12 – 19 tahun merupakan periode remaja transisi, yaitu transisi
antara masa kanak – kanak dan usia dewasa. Periode ini masa perubahan yang
sangat besar. Selama periode ini pertumbuhan fisik, emosional, dan intelektual
terjadi dengan kecepatan yang memusingkan menantang peserta didik sebagai
remaja untuk menyesuaikan diri dengan bentuk tubuh baru, identitas social, dan
memperluas pandangannya tentang dunia.
Perubahan
tersebut merupakan pengalaman tersendiri bagi remaja. Dalam rentang beberapa
tahun ini peserta didik mempersiapkan diri menjadi anggota masyarakat dewas
yang mandiri dan berkontribusi kepada masyarakat. Dimensi perkembangan
psikoseksual pun mengalami pematangan yang luar biasa.
Perkembangan
hormone bertanggung jawab dari pengembangan dari ke dua karakteristik seks baik
karakteristik seks primer maupun sekunder.
Selama masa kanak – kanak, laki – laki
menghasilkan hormone endrogen sama dengan perempuan menghasilkan hormone
estrogen. Waktu pubertas merupakan hasil dari kombinasi factor genetic,
lingkungan, dan kesehatan.
Percepatan
pertumbuhan pada wanita biasanya dimulai anatar 10 dan 14 tahun dan berakhir
pada usia 16 tahun. Sedangkan pada anak laki – laki biasanya dimulai usia 10 –
16 tahun dan berakhirpada usia 18 tahun.
Perubahan
yang dihasilkan pada masa pubertas dapat berefek luas pada tubuh anak remaja.
Gadis remaja dan anak laki – laki sama – sama meningkat tinggi dan berat
badannya, muncul kecanggungan umum, naik dan turun suasana emosional, tmbuh
jerawat dan sebagainya. Perubahan yang drastic ini, termasuk pematangan
seksual, dapat menjadi sumber kecemasan besar dan frustasi bagi mereka.
A.
Masalah
Kesehatan
Masalah
kesehatan remaja sering berkolerasi dengan status social ekonomi yang rendah,
pola makan yang buruk, dan perawatan kesehatan yang tidak memadai mengambil
kegiatan yang berisiko, masalah kepribadian, dan gaya hidup. Namun demikian
pada masa remaja ini mereka cenderung sehat, meskipun masalah kesehatan utama
dapat saja muncul. Tiga kemungkinan masalah kesehatan utama yaitu gangguan
makan, Penyalahgunaan zat, Depresi .
§ Gangguan
makan
Gangguan
makan sering muncul akibat keasyikan dengan makanan. Keasyikan dengan makanan
ini berdampak paling umum dikalangan remaja yaitu obesitas (kegemukan).
Diseluruh dunia, sekitar 15 – 20 % remaja mengalami obesitas (kegemukan).
Kebiasaan
mengurangi makanan untuk menghindari kegemukan pun bisa berbahaya, yaitu dapat
menyebabkan anoreksia nervosa (kelaparan)
. Diseluruh dunia sekitar 20 % anak berada dibawah berat badan idealnya. Dari
jumlah itu sekitar 1 % gadis – gadis mengalami anoreksia dan 2 hingga 8 % dari
mereka akhirnya mati kelaparan.
Erat
kaitannya dengan anoreksia adalah bulimia nervosa, berupa gangguan yang
mengikuti pola pembersihan makanan yang sudah dimakan.
§ Depresi
Sebanyak
40 % remaja memiliki masa depresi, jenis gangguan mood yang ditandai dengan
perasaan harga diri rendah dan tak berharga, hilangnya minat dalam aktifitas
kehidupan, serta perubahan pola makan dan tidur. Depresi remaja sering
disebabkan oleh perubahan hormon, tantangan hidup, dan/ masalah penampilan.
Perempuan remaja lebih banyak menderita depresi/stress berat dibandingkan laki
– laki remaja.
§ Penyalahgunaan
zat
Beberapa
remaja termasuk peserta didik menyalahgunakan zat atau obat – obatan terlarang
untuk menghindari rasa sakit, menghilangkan stress/depresi, atau untuk
solidaritas dengan rekan – rekannya yang merupakan satu per – geng – an
tertentu. Bahkan, sebagai symbol mereka sudah dewasa, pengggunaan alcohol atau
tembakau/nikotin sudah menjadi kebiasaan karena mudah diperoleh dan relative
terjangkau.
C.
Perkembangan
Kognitif
Kebanyakan
peserta didik mencapai tahap operasi formal versi piaget pada usia sekitar 12
tahun atau lebih, dimana mereka mengembangkan alat baru untuk memanipulasi
informasi. Pada fase sebelumnya saat mereka masih anak – anak mereka hanya bisa
memikirkan hal – hal yang konket. Ketika mereka memasuki formal mereka bisa
memikirkan hal – hal yang abstrak dan deduktif.
Titik
puncak atau jatuh tempo perkembangan kognitif terjadi ketika peserta didik
sudah memasuki usia dewasa dan jaringan social makin berkembang. Ketika itu
kemampuan otak dan jaringan social menawarkan lebih banyak kesempatan
dibandingkan dengan fase sebelumnya untuk bereksperimen.
Banyak
hasil studi yang menunjukkan bahwa kemampuan rasional yang abstrak dan kritis
berkembang melalui proses pendidikan dan pembelajaran, serta pelatihan secara
kontinyu.
PENGEMBANGAN
INTELEKTUAL
Menurut
Robert Sternberg, kecerdasan terdiri dari tiga aspek atau dikenal ddengan
triarkis teori yaitu : compenential,
experiential, dan contextual.
Kompenensial adalah aspek kritis, pengalaman adalah aspek berwawasan, dan
kontekstual adalah aspek praktis.
Lebih
jauh dapat di jelaskan bahwa kecerdasan kompenensial bermakna kemampuan untuk
menggunakan strategi pemrosesan informasi internal ketika peserta didik
mengidentifikasi dan berpikir tentang pemecahan masalah dan mengevaluasi hasil.
Individu yang kuat dalam kecerdasan kompenesial umumnya memperoleh hasil baik
pada tes mental standar.
Kecerdasan
eksperensial adalah kemampuan mentransfer pembelajaran secara efektif untuk
memperoleh keterampilan baru.
Kecerdasan
kontekstual adalah kemampuan untuk menerapkan kecerdasan praktis, termasuk
memiliki kepedulian social, budaya dan konteks historis.
PENGEMBANGAN
MORAL DAN PENILAIAN
Sisi
lain perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah menengah adalah
pengembanagn moral dan penimbangan atau tentang kemampuan berpikir tentang
benar atau salah.
Lawrence
Kohlberg mengemukakan suatu teori perkembangan moral manusia (termasuk peserta
didik, bukan) dengan tiga tingkat yang terdiri dari enem tahap.
·
Tingkat pertama, Moralitas
prakontevional harus dilakukan dengan alasan moral dan perilaku didasarkan pada
aturan dan takut dihukum (tahap 1) dan kepentingan non – empatetik diri sendiri
(tahap 2).
·
Tinkat kedua, moralitas
konvensional, mengacu pada kesesuaian dan membantu orang lain (tahap 3), serta
mematuhi hukum dan menjaga ketertiban (tahap 4)
·
Tingkat ketiga, moralitas
pasca konvensional, terkait dengan sifat relative menerima dan berubah dari
peraturan dan perundang – undangan (tahap 5), serta mengarahkan
Sebagian
pengembangan moral peserta didik tergantung pada munculnya empati, rasa malu,
dan rasa bersalah. Internalisasi moralitas dimulai dengan rasa empati atau
kemampuan untuk memposisikan diri dengan rasa sakit atau sukacita orang lain.
Sebagai
bukti bahwa peserta didik meningkat kemampuan kognitifnya, mereka mau menimbang
konsekuensi dari sudut kepentingan pribadi dan kepentingan orang – orang di
sekitar mereka.
Carol
Gilligan mencatat bahwa pria cenderung lebih peduli pada keadilan, sedangkan
wanita kebanyakan bersandar ke kasih sayang. Perbedaan ini paling sering muncul
dalam keadaan dimana laki – laki dan perempuan membuat penilaian moral.
PENCARIAN
UNTUK IDENTITAS: USIA 12 – 19 TAHUN
Peserta
didik yang memasuki usia remaja berarti mereka berada pada periode transisi
antara masa kanak - kanak dan dewasa.
Peneliti
carol Gilligan dan Deborah Tannen ternyata menemukan perbedaan dalam cara –
cara dimana laki – laki dan perempuan mencapai identitas itu. Gilligan mencatat
bahwa perempuan utamanya mencari keintiman hubungan sedangkan laki – laki
mengejar kemandirian dan prestasi.
D.
Orientasi
Seksual Dan Seksualitas
Peserta
didik pada usia sekolah menengah berusaha secara total menemukan satu
identitas, berupa perwujudan orientasi seksual, yang tercermin dari hasrat
seksual, emosional, romantis, dan atraksi kasih sayang kepada anggota jenis
kelamin yang sama atau berbeda atau keduanya.
Pada
tahun 1940 – an dan 1950 – an, Alfred Kinsey dan rekan – rekannya bahwa
orientasi seksual manusia ada di sepanjang kontinum.
Baru
– baru ini, peneliti telah menemukan bukti bahwa factor pembelajaran social
dapat memunculkan pemahaman tertentu mengenai homoseksualitas.
Di
Amerika serikat statistic kekinian membuktikan bahwa usia rata – rata remaja
melakukan hubungan seksual pertama adalah antar 16 – 17 tahun. Dalam
berhubungan seks itu, sebagian mereka menggunakan alat kontrasepsi secara
teratur dan sebahagian lagi tidak.
Anak
usia remaja yang menikah menghadapi masalah yang sama. Penting di catat oleh
peserta didik dan guru, bahwa sekitar 50 % anak remaja yang menikah harus
berjuang secara financial sama seperti ibu lainnya. Tidak mengherankan pula
pernikahan remaja yang di landa kemiskinan, lagi – lagi karena pendidikan
terbatas dan daya penghasilan yang sangat lemah.
E.
Kenakalan
Remaja
Tekanan
teman sepermainan atau rekan yang sangat selama masa remaja, kadang –
kadang begitu banyak sehigga remaja
terlibat dalam tindakan – tindakan antisocial berupa kenakalan remaja.
Seringkali tindakan ini dilakukan menerpa kepada anak – anak di bawah umur. Ada
2 kategori kenakalan remaja.
1. Anak
– anak yang melakukan kejahatan dan dihukum sesuai dengan aturan hukum, seperti
perampokan.
2. Anak
– anak yang melakukan tindakan pidana yang biasanya tidak dianggap sebagai
criminal, seperti membolos. Remaja laki – laki biasanya lebih banyak melakukan
kenakalan di bandingkan remaja perempuan .
Kemungkianan
peserta didik usia remaja menjadi remaja nakal lebih banyak di tentukan oleh
kurangnya pengawasan orang tua dan disiplin ketimbang status social ekonomi.
Pemberontakan remaja dapat tumbuh dari ketegangan antara keinginan remaja untuk
memenuhi kebutuhan secara segera dan desakan orang tua agar menunda keinginan
tersebut. Orang tua yang tidak mampu melakukan pengawasan dan mensosialisasikan
disiplin diri dan menakar kemampuan diri biasanya menimbulkan masalah bagi anak
– anaknya di kemudian hari. Guru pun mestinya ikut mempersuasi anak agar sebisa
mungkin menghindari tindakan lebih besar pasak dari tiang itu.
DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. Sudarwan
Danim. (2014). Perkembangan Peserta Didik.
Bandung: Alfabeta
view it now sex toys,horse dildo,dog dildo,real dolls,love dolls,dildo,wholesale sex toys,wholesale sex toys,wholesale sex doll web link
ReplyDeletef145o5kckdf514 cheap sex toys,male sex toys,wholesale sex toys,dildos,wolf dildo,realistic sex dolls,sex chair,glass dildos,dog dildo j287z9zogcj597
ReplyDeletene647 nfl jerseys,Cheap Jerseys free shipping,nfl jerseys,Cheap Jerseys free shipping,cheap jerseys,cheap jerseys,cheap jerseys,cheap jerseys,nfl shop sf246
ReplyDelete